Kado Untuk Angel
"Lucuuu. . ." teriak Angel, Sivia dan Zahra
melihat hiasan di dinding bergambar 'elmo' yang terpasang di sebuah giftshop di
ujung mall tempat tiga sahabat itu berdiri. Angel, Sivia dan Zahra segera
berlari menuju giftshop itu, berlomba-lomba untuk segera mendapatkan pajangan
itu, sambil tertawa-tawa.
"Cepetan woy. . ." teriak Zahra, dilanjutkan Via
"Kasihan tuh Angel di belakang"
Angel pun menjawab "Capek ah" dan akhirnya mereka
tertawa-tawa sambil berlari-lari lalu Angel berhenti, sambil berjalan Angel
melihat dua sahabatnya yg asyik berlari.
"Angel cepetan donk!!" teriak Via dan Zahra
berbarengan
Ahirnya mereka sampai di toko itu. Tapii. . . Hiasan itu
udah ngga ada Zahra dan Sivia pun menghadap ke Angel, Zahra pun memecah
keheningan mereka "Berarti udah dibeli orang dong" ucapnya dengan
muka bete
"UDAH DIJUAL" Mereka berteriak dengan kompak.
Sivia dan Zahra memasang muka bete, setelah Angel bertanya
pada penjaga toko tersebut. Mereka pun tertawa-tawa karna sia-sia mereka
berlari-lari buat ngedapetin hiasan itu. Lalu mereka memutuskan untuk pulang
mengahiri jalan seru sore itu.
Sudah dua bulan Angel, Sivia dan Zahra ngga ngumpul bareng
lagi karna sibuk dengan sekolah masing-masing, Angel dan Sivia satu sekolah
sedangkan Zahra di sekolah lain.
Belakangan ada yg mengganjal di hati Angel, Angel merara
Via menjauh darinya, sebenarnya Angel dan Via sudah biasa berantem kecil. Angel
dan Via sering berantem biasanya karna Via punya teman lain, dan Via jadi
nyuekin Angel. Tapi masalah itu ga akan berlangsung lama karna Via slalu
mengalah.
Namun kali ini berbeda, sementara Zahra punxa kesibukan
sendiri di sekolahnya, Via punya temam lain, namanya Shilla, Shilla anaknya
emang sok deket sama teman-teman, dia anak orang kaya, cantik dan agak centil
*peace shivers ^^*. Shilla teman sebangku Via, jadi wajar kalau mereka dekat.
Tapi gara-gara gosip sekolah yg ga enak didenger Angel jadi
'panas' gosip itu tentang persahabatan Angel dan Via.
"Ik, tau ga Angel sahabatnya Sivia, yg biasa
kemana-mana bareng, sekarang ditendang Shilla, anak baru itu lho, kasian ya,
pasti gara-gara Shilla lebih cantik dan pinter daripada Angel" Ucap Zevana
pada Oik.
Angel pun langsung mendekati mereka Zevana dan Oik
"Kata siapa lo, gue ditendang Shilla jangan sok tau deh. Walaupun gue ga
secantik dan sepinter shilla tapi gue punya harga diri ya, ngaca dulu deh
sebelum ngatain orang." Ucap Angel penuh emosi.
"Emang kenyataan kan?? Kalau lo udah ditendang Shilla,
buktinya aja Sivia ga pernah lagi bareng lo, bukan cuma sehari doang, tapi udah
beberapa minggu ini. Dan lo ngaca dong kekurangan lo itu yg bikin sahabat lo
ilfeel sama lo" Ucap Oik.
Ify pun menahan tangan Angel yg sudah bersiap menampar
Zevana dan Oik, dan Ify pun segera menarik Angel menjauhi Zevana dan Oik.
"Ifyyyy, lo apa-apaan sih??"
"Lo yg apa-apan Ngel, lo mau ngapain disitu"
"Gue mau ngasih pelajaran ke mereka biar mereka bisa
jaga omongan mereka" Angel mengomel pada Ify yg terus menariknya untuk
keluar kelas.
"Udahlah Ngel, jangan bikin rame kelas" Kata Ify
sambil mengajak Angel duduk ditaman depan kelas.
"Abis mereka ngeselin Fy"
"Hmm, tapi menurut gue mereka ada benernya juga Ngel,
gue juga ngerasa gitu, keliatan banget Via nyuekin lo. Mungkin lo emang harus
intropeksi diri atau mending lo tanya sama Via baik-baik, kenapa dia ngejauhhn
lo" usul Ify.
Perkataan Ify membuat Angel terdiam dan kemudian terngiang perkataan
Zevana dan Oik. Apa bener Via ngejauhin gue karna Shilla lebih cantik dan
pinter" ucap Angel dalam hati.
Begitu sampai di rumah, Angel langsung melempar sepatu-nya
dan berlari ke kamar. Calista kakak-nya Angel pun berteriak "Gue buang nih
sepatu lo kalo dilempar gitu, ayo pindahin, ntar kalo ilang bik Minah lagi yg
lo salahin" ucap Calista dari ruang tengah, Angel hanya diam dan berlalu
begitu saja "Lagi-lagi sok ngatur, mentang-mentang mama sama papa blom
pulang, ga tau apa orang lagi bete juga hufft." Ucap Angel dengan kesal
Angel mengambil bb onyx yg ada di tasnya, ada dua sms
masuk, dua-duanya dari Sivia.
"Lo marah sama gue?? Gara-gara gosip di sekolah"
"Ahirnya sadar juga nih orang" Angel pun
berbicara sendiri, lalu Angel membuka sms yg satunya, "Oh, gitu lo marah
ama gue? Udah ga percaya lagi ama gue?."
"Huuh. . . Padahal gue sama sekali ga denger ada sms
masuk" Ucap Angel. Ngga ada niat buat ga ngebales sms dari Sivia.
Angel pun membalas sms dari Via dengan singkat
"Iya" setelah itu Angel berharap Via membujuknya untuk berbaikan.
Tapiiii. . . Dugaan Angel salah. Sivia membalas dengan kata-kata yg belum
pernah didengarnya dari seorang Sivia Azizah.
"Jangan harap ya Ngel, kali ini gue mau ngalah sama
lo, gue sebenernya udah capek marahan sama lo. Sekarang terserah lo mau gimana,
gue udah ga peduli lagi sama lo dan PERSAHABATAN kita."
Sedih dan kesal saat Angel membacanya, lalu Angel membuka
microblogging network 'Twitter' dari ipad yg dibelikan papanya sebagai kado
natal, Angel pun membaca TimeLine Sivia "siapa lo, gue mau ngalah terus,
ngaca deh lo scara fisik dan akademik aja kita beda. Emang temen gue lo doang
apa."
Berarti bener dong omongan Zevana dan Oik. "Ya ampun
Via kok jadi gini sih" ucap Angel dalam hati, padahal Angel dan Sivia udah
lima tahun bersahabat tapi mereka ga pernah bermasalah kaya gini.
"Ya Tuhan, sebenernya apa salahku sehingga aku jadi
kaya gini, ap iya kebiasaan ku sering egois dan melarang sahabat-sahabat ku
terlalu dekat dengan teman lain membuat mereka marah? Apa ini cobaan buat aku?
Ucap Angel lirih dengan penuh penyesalan.
"Sumpah!!, gue bete banget Fy" Angel mengeluh
pada Ify.
"Kenapa? Via? Capek ah Ngel gue dengernya." jawab
Ify.
"Fy, ini tuh masalahnya beda, gini Fy. . ." Angel
pun menjelaskan dari awal hingga ahir tentang pertengkarannya dan Sivia pada
Ify.
"Parah Ngel, ini parah banget, mungkin lo emang harus
intropeksi diri deh Ngel, siapa tau sikap lo terlalu egois sama Via, sekali-kali
ngalah ngapa Ngel??.."
"Ogaaaahh. . ." Jawab Angel.
Diluar kelas, Sivia asyik bercanda dengan Shilla, seakan ga
pernah memandang adanya Angel.
Ahirnya Angel tertawa bercanda bersama Ify dan teman-teman
yg lain di depan Sivia. Sebenarnya Angel merasa kesal, sedih, bete dan ga bisa
tertawa riang seperti biasa.
"Aduuh, Ifyyyyyy. . . Ngeselin ga sih kalau ada
sahabat yg ngungkit kekurangan sahabatnya" Ucap Angel pada Ify.
"Ya iya lah Ngel, tapi lo tenang aja lagi Ngel, MASIH
BANYAK KOK TEMEN YANG GA AKAN NGECEWAIN LO" jawab Ify dengan penekanan
pada capslock. Angel dan Ify sengaja ngomong seperti itu untuk nyindir Sivia.
Angel pulang dengan hati yg hampa, dan perasaan cemburu.
Angel berjalan sendiri di trotoar dekat sekolah, ternyata di belakang Angel ada
Sivia dan Shilla yang sedang tertawa-tawa, mereka berdua masuk mobil Avanza
silver milik orang tua Shilla dan berlalu begitu saja.
Angel berjalan terus dan terus, sore itu turun hujan dengan
lebat. "Baru kali ini aku punya sahabat yang aku bangga-banggain, tapi
berahir kaya gini." batin Angel sambil menangis.
Angel merasa mungkin ia harus mengikhlaskannya, karna
setelah ia perhatikan, Via memang berbeda saat bersama Shilla dibandingkan
dengannya.
Pada saat Angel menyebrang jalan, ia tidak melihat kanan-kiri,
tiba-tiba terdengar suara klakson motor kencang sekali, Angel hanya melihat
kegelapan dan adanya cahaya menyilaukan saat ia melihat ke kanan, lalu ia
merasakan badannya terlempar cukup jauh, sambil merasakan beban yg sedang ia
hadapi melayang.
Angel melihat sayup-sayup segerombol orang sedang
mengerumuninya, lalu mengangkatnya yang terbaring di pinggir jalan. Angel
ditabrjak motor yg melaju dengan cepat. Pada saat tertabrak ia tidak merasajan
ap yg terjadi padanya.
Beberapa hari ini Angel terbaring di kasur rumah sakit,
begitu siuman di suatu siang, Angel melihat mama, papa, dan Calista berada di
sekitarnya.
Mama dan Calista menjelaskan semua yg terjadi pada Angel,
dengan air mata yg mengalir dari keduany. Angel meneteskan air mata melihat
perhatian sang mama dan kakaknya kepadanya. "Gue belum tau siapa aja yg
peduli sama gue saat gue terbaring belum sadar, yg gue harepin cuma seorang
Sivia Azizah." ucap Angel dalam hati.
Pada saat malam hari, Calista bilang ada tamu untuk Angel.
"Angeeell. . . Ahirnya lo sadar juga, maafin gue ya beberapa minggu
kemaren, kita ga sempat bareng. Gimana keadaan lo sekarang Ngel?." Ucap
Zahra yg baru muncul dari balik pintu dan langsung memeluk Angel.
"Gue ngga kenapa-napa kok Ra" Ucap Angel yang
masih terbaring lemas.
"Ngel, gue keluar dulu ya" Ucap Zahra, dan tidak
lama kemudian masuk kembali bersama Ify dan diikuti teman-teman Angel yg lain,
teman-teman Angel datang membawa kue tart dan menyanyikan lagu 'Happy birthday
to you' untuk Angel.
Air mata Angel keluar dengan sendirinya, ternyata hari itu
tepat tanggal 15 Agustus yaitu hari ulang tahun Angel.
Tapi kesedihan Angel ga sepenuhnya ilang, karna orang yg
diharapkan tidak datang..
Malamnya, setelah teman-teman Angel pulang, Angel ingin
melihat langit malam lewat jendela, untuk menghilangkan sedikit demi sedikit
rasa sakit hati itu. Tapi pada saat Angel menggerakkan kakinya, kakinya terasa
sakit dan lemah. Calista langsung mendekati Angel, dan mengatakan akan
mengambil kursi roda untuk Angel.
"Ya Tuhan. . . Ternyata kakiku patah, aku harus
menggunakan kursi roda untuk sementara waktu." Ucap Angel penuh kesedihan.
Betapa hancurnya perasaannya, sambil merenung Angel berkata "Apa ini kado
untukku, kaki yang ga sempurna lagi dan kehilangan sahaat yang aku
sayang." Air mata Angel mengalir terus menerus. Tiba-tiba ada seseorang yg
memeluk Angel dari belakang dengan air mata. Setelah dilihat siapa yg
memeluknya itu, ternyata Sivia, tambah deraslah air mata Angel mengalir.
"Maafin gue Ngel, maafin gue. . . Gue bener-bener ga
ada maksud apa-apa rama lo, gue sayang ama lo Ngel, gue nyesel bilang gitu sama
lo Ngel, ga ada seorang pun yg bisa gantiin lo, gue ga mau kehilangan lo"
Ucap Sivia sambil menangis dan terus memeluk Angel.
"Maafin gue juga Vi, karna selama ini gue sering
egois, sering marah-marahin lo." Isak Angel yg ga bisa berbicara banyak.
Ternyata Zahra juga ada dibelakang Angel "Udah mulai
sekarang kita harus janji buat ga saling marahan, karna kita ga bisa buat
berjauhan, kita harus fokus sama kesembuhan lo Ngel, lo harus semangat Ngel,
karna ada gue sama Via yg slalu ada buat lo, dan lo Vi, kita harus bisa menjaga
perasaan satu sama lain. Jangan ulangi hal bodoh kaya gitu lagi ya Vi."
Ucap Zahra bijak.
Ada kado spesial dari Zahra dan Sivia untuk Angel, Angel
menerima dengan sangat senang tanpa membahas cerita yg pernah lalu. Kado itu
adalah sebuah buku yg berisi foto dan cerita tentang persahabatan mereka dan
juga jaket yg sama dengan Justin Bieber yg mereka dapat dari tante-nya Zahra yg
tinggal di USA.
"Makasih, sahabat-sahabatku dan maaf atas keegoisan
ku." Ucap Angel penuh penyesalan, sambil memeluk Sivia dan Zahra.
Di hati Angel terucap kenangan, "Anniversary of the
14th to the cries and smiles for friends who are always there."


