Seandainya Part 5 (Alvia's Story)
"Kak, ini udah gelap. please banget jangan bilang kita nyasar?" Air
mata yang sedari tadi ku tahan kini mulai menggenang dipelupuk mata sipit ku.
"Maafin gue Vi, gue udah buat kita tersesat" Alvin
menatap ku yang sekarang telah menangis ketakutan, tiba-tiba Alvin menggengam
tanganku "Lo jangan takut ya Vi, gue pasti jagain dan gak akan ninggalin
lo"
Aku hanya terdiam membisu, antara takut, kaget dan tidak
percaya dengan apa yang diucapkan Alvin.
"Gue janji Vi kita pasti bisa keluar dari hutan ini dan
gue pasti jagain lo" Alvin mengeratkan genggamannya
"Iya kak, tapi gue takut banget" Air mataku terus
mengalir.
"Lo gak perlu takut karena gue pasti jagain lo"
Alvin langsung memeluk ku.
Aku terpaku tapi aku meras aman dan nyaman berada
dipelukannya. Meskipun aku mengenal Alvin belum genap seminggu tapi berada
dipelukan Alvin tidak membuatku merasa murahan.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
PART 5
"Apa? Alvin dan Sivia belum kembali dari
lintas alam tadi sore?!" Pak Arman sangat kaget begitu Angel dan
teman-teman Sivia memberitahukan hal ini padanya.
"Iya Pak. Kata Ify sebelum lintas alam Sivia
sempat kembali lagi ke tenda untuk mengambil topi tapi setelah itu tidak ada
anak yang melihat Sivia sedangkan Alvin, ia bilang sama saya mau dibarisan
paling belakang aja biar bisa ngawasin anak-anak tapi sama seperti Sivia
setelah itu tidak ada yang melihatnya Pak" Angel menjelaskan diikuti
anggukan dari Ify dan Prissy.
"Aduh ini sudah malam juga. Tapi kalau
menunggu besok untuk mencari mereka, saya takut mereka kenapa-napa" Pak
Arman memperbaiki kacamatanya yang sedikit melorot dihidungnya yang tergolong
tidak mancung._. "Ya sudah begini saja semua anggota OSIS kita bagi jadi 4
tim dan satu tim terdiri dari 5 orang dan harus ditemani satu orang guru,
sedangkan sisanya tinggal disini untuk menunggu kabar"
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"Vi, lo capek kan? kita duduk disitu aja
yuk" Alvin menunjuk sebuah batu yang cukup besar. Aku hanya membalas
capannya dengan anggukan.
Alvin membantu ku untuk naik keatas batu itu.
Diatas batu itu aku duduk bersila sambil sesekali menatap langit menahan air
mata yang hendak keluar. Entah mengapa malam itu langit begitu cerah.
"Kak, mungkin gak ya Prissy, Ify sama yang
lainnya sadar kalau kita tersesat dan belum pulang dari lintas alam?"
Tanyaku pada Alvin sambil berusaha menahan tangis yang akan pecah.
"Ya pastilah Vi. Gue liat Prissy sama Ify
itu baik banget apalagi sama lo, jadi pastilah mereka sadar"
"Kak jujur gue heran sama lo"
"Heran kenapa?" Alvin menatap Sivia
dengan penuh tanya.
"Iya lah gimana ngga. Waktu awal-awal MOS lo
kaya punya dendam banget sama gue, buktinya lo selalu aja ngerjain gue. Tapi
akhir-akhir ini lo malah baik banget sama gue"
"Ahahah emang iya ya? Ya gue pengen aja
temenan sama lo"
"Oh ya? Kenapa gitu?"
"Kenapa ya?....."
"Kak gue pinjam bahu lo ya?" Aku
memotong ucapan Alvin "Gue ngantuk banget soalnya" Aku menatapnya
dengan tatapan memohon.
"Ahaha tampang lucu banget Vi, lo gak
usah pasang tampang memelas gitu juga gue pasti bolehin kok" Jawab Alvin.
Aku pun langsung merebahkankepalaku ke bahu Alvin.
"Makasih ya kak"
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
"SIVIAAA! lo dimana Vi?" Teriak Prissy
diikuti yang lain. Sebenarnya Prissy dan Ify tidak dibolehkan mengikuti
oencarian oleh Pak Arman namun merka mendesak Pak Arman, karena tak tega dengan
dua gadis yang sangat khwatir dengan sahabatnya itu akhirnya Pak Arman
mengizinkan.
"Pris, kok Via ilangnya barengan sama Kak
Alvin sih?" Biik Ify.
"Iya juga ya?"
"Emang lo berdua gak tau ya?" Mereka
kan akhr-akhir ini sering banget bareng" Zahra salah satu teman sekelas
mereka yang juga ikut mendesak Pak Arman untuk ikut pencarian tiba-tiba ikut nimbrung.
"Maksud lo apa? Gue gak ngerti" Tanya
Ify penasaran
"Kemarn kan pas kita free. Sivia ngobrol
sama Kak Alvin, gue liat mereka pas balik dari kantin. Trus pas kemarin malam
gue kebangun gara-gara denger orang ngobrol, gue kira guru-guru yang gak bisa
tidur, pas gue liat ternyata mereka berdua. Gue s sempat gak percaya, secara
gitu Kak Alvin kan serng bikin Sivia kesel" Zahra menjelaskan panjang
lebar.
Ify dan Prissy langsung cengo begitu mendengarkan
penjelasan Zahra.
"Seriusan lo Ra?" Akhirnya Prissy
angkat bicara.
"Iya lah. ngapain juga gue bohong sama
kalian" Zahra lalu pergi begitu saja meninggalkan Ify an Prissy yang masih
asik dengan fikirannya masing-masing
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Lelah seharian berjalan tak tentu arahhingga akhirnya
terseat seperti sekarang dan menangisi keadaan. Aku tertidur di bahu Alvin yang
sukarela meminjamkan bahunya untukku.
Terdengar samar-samar orangorang memanggil nama
ku dan ALvin, aku memaksakan untuk membuka mataku walau sanga berat. Semakin
lama suara-suara itu semakin jelas, aku langsung membangunkan Alvin yang
tertidur dengan menelungkupkan kepalanya kelututnya yang ia peluk(?)
Ternyata suara-suara itu dari teman-temanku yang
sedang mencariku dan Alvin. Setelah sepenuhnya Alvin langsung meraih tanganku
dan berlari menuju asal suara itu, aku hanya mengikuti Alvin.
Aku melihat 6 orang ddepanku dan pastinya ada
Prissy dan Ify. Begitu melihat mereka berdua aku langsung memeluk mereka.
"Viaa..." Teriak Ify dan Prissy yang
langsung memeluk ku.
Tangis ku lagi lagi pecah di saat Ify dan
Prissy memeluk ku. Tiba-tiba kepalau terasa berat dan berkunang-kunang, aku
merasa sangat lelah dan setelah itu aku tidak sadarkan diri.
to be continue hahah;-p
Di postngan kali ini aku mau ngasih pict para
pemain Seandainya nih
ALVIA
ALVIN
SIVIA
PRISSY
IFY
ANGEL








